Teror Ular yang masuk dapur

Cerita ini mengawali penulisanku tentang kejadian yang pernah kualami sendiri, baik yang lucu, tragis, sedih, heboh, mengharukan dan sebagainya.

Dimulai dari awal aku menempati rumah baru sekitar pertengahan  tahun 2014, di Perumahan Permata Graha Agung, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Perumahan ini dibangun diatas tanah bekas persawahan dan kebun mangga, Waktu itu penghuni perumahan masih sepi dan belum ramai seperti sekarang, depan rumah sudah ada bangunan rumah berjajar, samping kanan kiri juga sudah ada bangunan tetapi tidak semuanya ditempati atau ada penghuninya. Belakang rumah masih berupa tanah kosong yang banyak ditumbuhi rumput liar atau alang-alang.
Ketika memasuki musim penghujan masih banyak terdengar suara binatang seperti katak yang bersahutan menambah syahdu suasana pedesaan.

Seperti biasanya aktifitasku setiap hari ketika hari kerja, pagi hari sudah keluar rumah, anter anak sekolah dan berangkat kerja begitu juga isrtiku, otomatis rumah dalam keadaan kosong hingga sore atau menjelang malamnya baru pulang kerumah baru. Karena anak - anak selepas pulang sekolah langsung ke rumah neneknya untuk istirahat dan mengaji Al-Qur'an di TPQ dekat dengan rumah nenek.

Setibanya sore atau malam selepas Maghrib kita biasa makan bersama, nonton TV, setelah itu baru tidur dirumah yang baru kita tempati. Kebetulan rumah kita ada 2 Kamar Tidur, Satu untuk anak- anak dan satunya lagi untuk saya dan Istri.

Ketika sedang terlelap dalam tidur, tenggorokan terasa kering dan aku segera bergegas bangun untuk mengambil segelas air didapur. Sesampainya di dapur aku mengambil gelas dan langsung mengisi gelas kosong dengan air galon isi ulang, tetapi aku dikagetkan dengan suara berdesis dari bawah dispenser dan ternyata itu adalah seekor ular dengan panjang sekitar 80cm dengan lebar sebesar Ibu jari tangan. Aku kaget dan mundur menjauhi dispenser dan ular itu merangsek naik dengan meliukkan tubuhnya, secara spontan aku ambil sebilah tongkat sapu lidi dan cetar... Kuayunkan tongkat sapu itu mengenai tubuh ular itu dan terjatuh kelantai dengan tubuh ditekuk seperti sedang kesakitan tetapi lehernya tetap mengangkat seakan mau menyerang. Aku tidak bergeming tetap dalam posisi ancang-ancang mau memukul lagi, tapi akhirnya ular itu pergi masuk ke bawah kolong dapur dan menghilang entah kemana. 

Setelah itu aku ambil garam dapur aku taburkan keseluruh lantai dapur dengan harapan supaya ular itu mati atau pergi dan tidak akan kembali lagi. Kurasa sudah aman aku kembali lagi kekamar dan tidur lagi tapi dengan perasaan masih was-was.
Takutnya hal itu terjadi pada anak atau istriku, pastilah mereka akan shock dan trauma melihat ular didalam rumah.

Keesokan harinya aku sengaja tidak menceritakan pada anak dan istri, sambil menyapu lantai dapur yang masih ada sisa garam dapur yang tercecer dengan alasan ada tikus yang menjatuhkan toplesnya.

Selang beberapa hari sudah tidak ada tanda-tanda aktifitas ular didalam rumahku, terkadang aku berpikir kemarin itu ular sungguhan atau ular dari mahluk lain ya, karena jejaknya tak terlihat lagi.

Sampai suatu hari, disaat libur kerja hari Minggu semua anak dan Istri berkumpul dirumah, biasanya aktifitas kita bersih-bersih rumah.
Anak pertama sukanya cuci piring, Istriku mengepel lantai yang sebelumnya disapu dan dirapikan dulu. Kebetulan Aku lagi kebagian cuci motor dan menyiram tanaman dihalaman. Lagi enaknya memainkan air terdengar teriakan dari dalam rumah, ternyata suara istri menjerit karena pas bersih-bersih dikolong dapur melihat seekor ular. Aku langsung berlari bergegas menuju dapur dan ikut mencari keberadaan hewan melata yang membahayakan didalam rumahku, dan ternyata benar itu adalah ular yang dulu pernah aku pukul dengan tongkat sapu, dari bawah kolong dapur ada bekas kulit ular yang sudah kering, ini berarti ular yang yang dulu sudah berganti kulit yang baru atau peremajaan. Terlihat olehku ular hitam ada belang kuning itu sembunyi semakin dalam masuk kesela gentong plastik yang berisi air, tempat biasanya untuk bilas cuci piring. Gentong tersebut aku putar dan aku jungkir kekanan dan kekiri karena berat masih berisi air penuh, tanpa sengaja mengenai kepala ular tersebut , akhirnya ular lemas dan  mati dengan luka di kepala dan sebagian tubuhnya.

Akhirnya aku ambil sapu dan cikrak, aku bawa tubuh ular tersebut keluar rumah dan kubuang kedalam selokan dengan harapan ular tersebut cuma pingsan dan hidup kembali ke habitatnya.

Sekian, terimakasih....
Gambar ilustrasi

Komentar